Forex for a trader
Apakah trading forex itu haram

Apakah trading forex itu haramMasihkah Anda Berdebat Seputar Halal Haram Forex? Perdebatan mengenai halal haramnya forex masih saja tetap diperbincangkan di beberapa grup, forum dan media yang membahas seputar forex. Yang menggelikan adalah kisah “murtadnya” seorang yang selama ini dikenal sebagai trainer forex yang cukup dikenal di dunia maya dan berbalik ikut mengharamkan dunia forex ?? FATWA FOREX di MALAYSIA dan INDONESIA Secara kelembagaan pun terdapat perbedaan pendapat antara dewat fatwa nasional Malaysia dengan Indonesia (MUI) mengenai halal haramnya forex. Dewan Fatwa Nasional Malaysia secara jelas mengeluarkan larangan perdagangan valas atau forex trading individual bagi kaum muslim dan itu menilai forex trading melanggar ajaran Islam. Menurut Dewan Fatwa Nasional Malaysia, perdagangan valas oleh money changer atau antar bank masih diperbolehkan, namun perdagangan valas individu dinilai bisa menimbulkan kekacauan pada keyakinan. Berbeda dengan MUI yang masih menganggap bahwa transaksi spot di perdagangan valas masih dianggap halal, sedangkan ketiga jenis perdagangan valas lainnya yaitu forward, swap dan option adalah haram. Menurut MUI, transksi spot tidak masuk kategori haram karena merupakan transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Jenis perdagangan valas: 1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan Valas utk penyerahan pd saat itu (over the counter) atau penyelesaian paling lambat dlm jangka waktu dua hari. 2. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian dan penjualan Valas yg ditetapkan pd saat sekarang & diberlakukan pd saat yg akan datang, antara 2?24 jam sampai dgn satu tahun. 3. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. 4. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Yang agak rancu dari fatwa haram MUI diatas adalah mengenai transaksi SWAP, mereka menganggap transaksi tersebut haram karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Pada prakteknya semua broker dalam negri menggunakan SWAP dalam transaksi valasnya yang jelas-jelas diharamkan oleh MUI. Berbeda dengan broker luar negri yang masih memberikan pilihan antara SWAP dan NON SWAP bagi kliennya. Ini jugalah salah satu hal yang menjadi pertimbangan sekelompok trader forex dalam negri untuk tetap memilih broker forex luar negri (baca juga Pilih broker forex dalam atau luar negri) PERDEBATAN HALAL HARAM FOREX di MASYARAKAT Di kalangan masyarakat awam dan trader forex sendiri masih sering dijumpai perdebatan seputar halal haramnya forex. Masing-masing berusaha menganalogikan transaksi perdagangan forex ke berbagai perumpamaan agar mudah dipahami dan dikaji benang merah halal atau haramnya. Yang lucunya ada beberapa analogi yang keliru di masyarakat dalam mencoba menelaah kegiatan trading forex sehingga membuat pemahaman sebagian besar orang menjadi makin salah mengenai kegiatan perdagangan forex. Parahnya lagi, ada beberapa pihak yang malah memanfaatkan kegiatan perdagangan forex dalam skema dengan modus kriminalkejahatan berupa penipuan dan penggelapan uang ataupun bentuk investasi bodong yang tentu saja makin membuat buruk image bisnis forex. Sebagaimana tertulis dalam salah satu hadits dari ari an-Nu’man bin Basyir ra, “Barangsiapa yang menjaga dirinya dari perkara syubhat (sesuatu hal yang dirasa kurang jelas antara halal atau haram), maka ia telah melepaskan dirinya dari melakukan sesuatu yang mencemarkan agama serta kehormatannya. Dan barang siapa yang telah jatuh dalam perkara syubhat, maka bisa-bisa jatuhlah ia dalam keharaman.” (Tulisan dikirimkan oleh seorang pemerhati forex yang tidak mau disebutkan identitasnya) Online Forex Trading. Online Forex Trading, Brokers Online, Brokers Forex Terbaik Asia, Valuta Asing, Tips dan Trik Forex, Belajar Forex Trading Gratis.

FATWA MUI TENTANG TRADING FOREX. Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai. Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan. Pe mbeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakantindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat) Suci barangnya (bukan najis) Dapat dimanfaatkan Dapat diserahterima kan Jelas barang dan harganya Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan. Dulu awalnya sebelum tahu hal ini emang sempat bingung juga apakah emang halal atau tidak. Tapi setelah baca daribeberapa sumber seperti forum forex dan blog sperti ini memang cukup membantu jadi membuat saya tau apakah trading di forex itu halal atau tidak. Untuk trading pun juga saya sendiri menggunakan akun free swap dari OctaFx. Katanya yang bikin haram itu karena swap ini juga. Dan saya sendiri juga nggak tau swap ini dihitung dari mana, berdasarkan apa. Mudah-mudah sukses dalam bertrading dan semakin yakin dan paham tentang forex.

Trading Forex Syariah. ??? ????????? ??? ???????? ????? ???? ?????? ?? ?????? ????????. “Jangan ada yang berdagang di pasar kami kecuali orang yang Faqih (faham hukum), kalau tidak maka dia akan makan riba”. Bisa trading forex itu sudah biasa, tetapi apakah Anda mampu untuk trading sesuai aturan syariah ? Jangan trading forex jika belum tau ilmunya . Senin, 01 Februari 2016. Apakah Forex itu Haram ? Apa benar begitu ? Jika trading di broker berjenis Dealing Desk , kejadian itu benar 100%. BROKER DEALING DESK adalah suatu broker yang membuat suatu pasar tersendiri dengan kondisi yang mereka tentukan sendiri ( Bandar ). Di dalam kasus ini para user bertrading melawan broker atau bandar. Pada dasarnya broker dealing desk mendapatkan keuntungan terbesarnya dari kekalahan para usernya, sehingga bila user menghasilkan profit maka broker akan membayar dari kas broker tersebut sendiri (bukan murni didapat dari pasar yang sesungguhnya). Sumber : brokerforex.

com Sebelum anda memilih suatu Broker Forex, kami akan memberikan kepada anda perihal informasi dalam mengetahui broker anda. Pada umumnya terdapat 4 jenis broker forex yang paling sering dipakai oleh Trader dalam bertransaksi atau bertrading forex, yaitu broker Konvensional, Non Dealing Desk (ECN STP DMA), Dealing Desk, dan Hybrid. Dari 4 jenis transaksi valuta asing (valas forex) yang disebutkan dalam fatwa MUI, HANYA 1 (SATU) yang dibolehkan yaitu SPOT, sedangkan transaksi Forward, Swap dan Opti on termasuk yang dilarang (HARAM). SPOT sendiri masih dibedakan atas tiga jenis transaksi: a) Cash , dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam hari yang sama b) Tom (kependekan dari tomorrowbesok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya c) Spot , dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian. tolong bantu pemahaman saya tentang perbedaan dibawah ini: 1. kita jual beli valas, membeli di saat murah dan menjualnya di saat mahal. >> ini buka konsep forex bekerja. 2. kita jual beli valas, valas sebagai alat di investasikan ke pasar global (sektor rill) secara live melalui Platform (media) untuk meraih untung atau rugi. >> ini konsep forex bekerja. jadi antara 1 dan 2 tetap berbeda.

yang satu tidak ada untung rugi karena tidak berdampingan dgn sektor rill. yang dua ada untung rugi karena di pengaruhi deman & suplay dari sektor rill global. jadi yang ke 2 hampir sama jika saya investasikan modal (uangduit) saya ke sebuah perusahaan yang bergerak disektor rill (barang atau jasa) untuk mendapat keuntungan pada saat penutupan pasar jadi. ? tolong bantu pemahaman saya tentang perbedaan dibawah ini: 1. kita jual beli valas, membeli di saat murah dan menjualnya di saat mahal. >> ini bukan konsep forex bekerja. Betul jual beli valas (forex) secara offline langsung perolehan profitnya sebab adanya perbedaan kurs perbedaan nilai tukar atas keridhoan antara penjual dan pembeli karena beda mata uang yaitu dengan membeli saat harga murah dan jual saat harga tinggi, ini jual beli pertukaran mata uang tanpa perantara broker. Jelas bukan transaksi valas forex online dengan mediator broker. 2. kita jual beli valas, valas sebagai alat di investasikan ke pasar global (sektor rill) secara live melalui Platform (media) untuk meraih untung atau rugi. >> ini konsep forex bekerja. Sebelumnya maaf, untuk yang nomer 2 kami punya pemahaman lain. Dalam jual beli forex uang kita dijadikan jaminan untuk mendapatkan leverage (pinjaman) guna bisa memperdagangkan mata uang dengan jumlah tertentu sesuai dengan aqad FAQ kesepakatan dengan broker, misalnya leverage 1:100, 1:200, 1:500, dsb Bukan di investasikan dipasar global karena uang kita yang dijadikan jaminan tersebut disimpan di bank terpisah (segregated accoun) bukan jadi satu dengan uang broker lalu dipakai broker untuk kegiatan riil dengan maksud untuk mendapatkan untung. jadi antara 1 dan 2 tetap berbeda. yang satu tidak ada untung rugi karena tidak berdampingan dgn sektor rill.

yang dua ada untung rugi karena di pengaruhi deman & suplay dari sektor rill global. Betul transaksi no 1 dan no 2 itu sangat berbeda cara transaksi dan alur jual belinya. Tetapi kita ingat transaksi jual beli mata uang valas forex baik offline maupun online itu bisa untung rugi karena adanya fluktuasi mata uang global sehingga menyebabkan perbedaan nilai tukar (kurs) yang mana semua pasti diakibatkan oleh sektor riil berupa deman dan suplay atas mata uang tertentu dengan beragam keperluannya masing-masing oleh para pelaku bisnis internasional. Kebutuhan suatu negara tidak akan bisa dipenuhi oleh negara itu sendiri, sehingga harus ada ekspor & impor, pendidikan, traveling, dll. Jadi harus kembali ke niat melakukan pertukaran berdagang valas itu untuk apa ? kalau hanya ingin menukarkan mata uang sendiri ke mata uang negara lain saja lalu dipakai keperluan ya sudah pasti tidak ada ruginya. Tetapi jika niatnya untuk berdagang yang artinya akan dijual lagiditukarkan lagi maka dia harus mau menanggung konskwensi untung rugi karena kurs mata uang tiap saat berbeda nilainya. Kalau tidak mau ya tidak usah berdagang forex valas. jadi yang ke 2 hampir sama jika saya investasikan modal (uangduit) saya ke sebuah perusahaan yang bergerak disektor rill (barang atau jasa) untuk mendapat keuntungan pada saat penutupan pasar jadi. Kalau niat awal sudah investasi uang modal di sebuah perusahaan, maka itu bukan jual beli mata uang valas forex lagi. Karena dalam jual beli mata uang valas forex online kitalah yang melakukan transaksi dengan market melalui fasilitas broker (mediator) yang memberikan pinjaman pada kita berupa leverage.

Dan broker mendapatkan imbalan jasa sebagai mediator yang memfasilitasi terjadinya perdagangan itu dengan mendapatkan spread setiap transaksi. Semoga Allah ta’ala beri manfaat dan barokah untuk kita semua, aamiin. Apakah trading forex itu haram. Fatwa MUI Tentang Jual Beli Mata Uang (AL-SHARF) Pertanyaan yang pasti ditanyakan oleh setiap trader di Indonesia : 1. Apakah Trading Forex Haram? 2. Apakah Trading Forex Halal? 3. Apakah Trading Forex diperbolehkan dalam Agama Islam? 4. Apakah SWAP itu? Mari kita bahas dengan artikel yang pertama : Forex Dalam Hukum Islam. ??? ???? ?????? ??????. Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam.

Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhankomoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara. Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai. HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS. 1. Ada Ijab-Qobul : ---> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima. Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai. Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan. Pe mbeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakantindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat) 2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu: Suci barangnya (bukan najis) Dapat dimanfaatkan Dapat diserahterima kan Jelas barang dan harganya Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan.

Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama. "Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan". ( Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas'ud) Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifatsifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah: “ Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya". Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual. Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam: “Kesulitan itu menarik kemudahan.” Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkustertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55. JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM. Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya. Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri. Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing.

setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77) FATWA MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS. Fatwa Dewan Syari'ah Nasional Majelis Ulama Indonesia. No: 28DSN-MUIIII2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf) Menimbang : a. Bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan. transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis. b. Bahwa dalam 'urf tijari (tradisi perdagangan) transaksi jual beli mata uang dikenal beberapa. bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandangan ajaran Islam berbeda antara satu bentuk dengan bentuk lain. c. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf untuk dijadikan pedoman. Mengingat : 1. "Firman Allah, QS. Al-Baqarah2:275: ". Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. " 2. "Hadis nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa'id al-Khudri:Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)' (HR. albaihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban). 3. "Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari 'Ubadah bin Shamit, Nabi s. a.w bersabda: "(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya'ir dengan sya'ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.". 4. "Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi s. a.w bersabda: "(Jual-beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai." 5. "Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri, Nabi s. a.w bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai. 6. "Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara' bin 'Azib dan Zaid bin Arqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).

7. "Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari Amr bin Auf: "Perjanjian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram." 8. "Ijma. Ulama sepakat (ijma') bahwa akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu. Memperhatikan : 1. Surat dari pimpinah Unit Usaha Syariah Bank BNI no. UUS2878. 2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional pada Hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H 28 Maret 2002. Dewan Syari'ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF). Pertama : Ketentuan Umum. Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan). 2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan). 3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh). 4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai. Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing.

1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional. 2. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2x24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah) 3. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi). 4. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi). Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di : Jakarta. Tanggal : 14 Muharram 1423 H 28 Maret 2002 M. DEWAN SYARI'AH NASIONAL - MAJELIS ULAMA INDONESIA. Hukum Trade Forex, Halal atau Haram ? Saya tulis juga isu ini kerana ada yang email saya bertanyakan tentang adakah pekerjaan saya ini halal atau haram ? Income saya sebagai forex trader adakah halal atau haram ? Sebenarnya topik yang nak dibincangkan ini agak berat sebenarnya, memandangkan kita sebagai umat Islam mempunyai pelbagai pendapat daripada badan-badan kerajaan, ulama-ulama, ustaz-ustaz dan ilmuan-ilmuan.

Berikut saya letakkan sedutan video tentang apakah hukum trading forex menurut perspektif Islam. Adakah harus atau haram ? Bagaimana boleh jadi haram, bagaimana boleh jadi harus ? Terdapat banyak kekhilafan dan percanggahan dalam penentuan hukum halal atau haram forex trading iaitu urusniaga pertukaran matawang secara dalam talian, bukan money changer. Dengar penjelasan terperinci daripada Ustaz Ahmad Dusuki tentang halal haram forex trading. Ustaz Ahmad Dusuki pernah menjadi panel bagi Rancangan TV9 Tanyalah Ustaz dan beliau tahu selok belok dalam urusniaga forex trading online ini, tentang perkara yang melibatkan margin, leverage, pegangan akaun dalam matawang US Dollar. Beliau juga aktif mengupas isu-isu tentang pasarang kewangan Malaysia seperti Hukum ASB, ASN, pelaburan dan lain-lain. Bagaimana forex trading jadi Harus bagaimana jadi Haram semuanya di kupas sebaik mungkin dalam video ini. Pastikan anda menonton video ini sehingga habis. Ulasan peribadi saya : Terkilan Saya sebenarnya agak terkilan dengan apa yang difatwakan di Malaysia tentang forex trading ini adalah Haram jika trade secara retail (dipanggil retail trader, trade sendiri) dan halal jika di trade di Bank-Bank.

Seolah-olah jika makan ayam yang disembelih sendiri menjadi haram, tetapi jika makan ayam yang di beli dari KFC, yang diapproved dan dilesenkan menjadi halal. Contoh sahaja lah. Sebenarnya pendapat tentang ini ramai yang mengatakan , jika kita betul-betul yakin forex trading ini halal maka kita boleh trade, dan jika kita yakin betul-betul haram, kita tinggalkannya sebab ia adalah kekhilafan ulama. Ulama dari negara jiran menetapkan harus, mufti di sini menetapkan harus, majlis fatwa menetapkan haram dan pelbagai lagi. Jika kita yakin dan tahu apa yang kita dagangkan dengan ilmu dan tidak berjudi, ia menjadi harus, inshaALLAH kita cari yang halal dan kita tidak berjudi. Saya juga sedikit terkilan dengan hukum hakam yang ditetapkan untuk produk kewangan di negara kita, contohnya ASB dan ASN, ada yang kata harus, ada yang kata haram, penelitian ada sesetengah kaunter saham yang dimiliki tidak patuh syariah tetapi ada pula panel syariah yang tetapkan harus atau halal. Pelik bukan ? Ia seolah-olah tiada titik panduan dan keputusan yang dibuat berkepentingan pada golongan-golongan tertentu. Trading Forex Halal atau Haram ? Penulis: Nur Dwi ( December 6, 2017 - 9:32 am ) Filed Under: Pengetahuan Tagged With: halal, trading forex. Pembahasan mengenai forex selalu menjadi topik perbincangan yang hangat setiap tahunnya. Apalagi mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam tentu muncul pertanyaan apakah trading forex ini halal atau haram. Terutama bagi mereka yang masih awam, kebanyakan menganggap forex sama dengan judi. Nah bagi anda yang masih ragu tentang halal atau haramnya trading forex , pembahasan kita kali ini mungkin bisa menjadi referensi anda. langsung saja mari kita kupas semuanya. Apakah trading forex sama dengan judi?

Tentu saja tidak trading forex bukanlah judi, melainkan murni perdagangan. Berikut ini adalah perbedaan trading forex dan judi: Judi sifatnya untung-untungan, sedangkan forex tentunya tidak. Alasannya dalam trading forex dapat dilakukan analisa, yaitu analisa secara teknikal dan fundamental Judi bersifat merugikan lawan, sedangkan dalam forex bersifat win win solution, bersifat lebih menguntungkan Dalam judi tak ada barang yang ditransaksikan, sedangkan forex memiliki barang atau produk yang jelas , yaitu mata uang yang diperdagangkan Hasil dari judi tidak dapat anda prediksi namun dalam dunia forex memiliki keunggulan money management yang jelas sehingga batas kerugian dan keuntungan dapat dikontrol dengan baik Judi sifatnya tak pasti, hal ini bertolak belakang dengan forex yang bisa anda pastikan 100%. Jadi ketika harga sudah terlalu tinggi maka harga akan turun, sebaliknya ketika harga sudah terlalu murah akan naik. Judi dilarang oleh negara, sedangkan forex diperbolehkan. Dengan melihat keenam alasan diatas tentunya anda sudah mengerti perbedaan antara judi dan trading forex. Hukum halal haram trading forex. Dalam menentukan halal ataupun haram dalam Islam butuh pengetahuan dan perspektif yang sangat luas, termasuk juga dalam dunia trading. Apapun itu yang tidak sesuai dengan syariat Islam pasti akan menjadi sesuatu yang tidak benar dan haram hukumnya untuk dilakukan. Seorang ahli fikih bernama Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi, mengatakan bahwa perdagangan valas dalam agama Islam hukumnya adalah halal.

Alasannya karena perdagangan valas adalah sebuah kebutuhan global yang menyangkut banyak orang. Beliau membuat pernyataan dengan didasarkan dalam hadist yang berbunyi berikut ini: “Jangan kamu membeli ikan dalam air, sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan”. (Hadist Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud) Dalam aturan jual beli, seorang penjual harus menjelaskan secara detil mengenai barang yang akan ia jual termasuk itu baik dan buruknya. Nah di trading forex pun juga begitu jika broker itu legal, maka anda akan dijelaskan semuanya mengenai trading forex termasuk juga resikonya. Dan juga dilakukan dengan kesepakatan kedua belah pihak. “…Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” Sama sekali tidak ada unsur riba dalam trading forex, berbeda kalau meminjam uang kepada orang dengan memberikan bunga. Dan saat ini sudah ada cukup banyak broker forex yang menyediakan Islamix account. Fatwa MUI mengenai trading forex. Majelis ulama Indonesia (MUI), selaku panutan dalam mengambil sebuah keputusan berdasarkan syariat Islam pun mengeluarkan fatwa tentang halal dan haram nya trading forex.

MUI menyatakan bahwa trading forex dengan transaksi SPOT diperbolehkan. Jadi jenis transaksi lain seperti swap, option dan forward tidak diperbolehkan. Transaksi Spot dikategorikan halal karena penyelesaian transaksinya diselesaikan pada saat itu juga. Adapun penyelesaian paling lambat 2 hari. Berikut ini adalah jenis-jenis perdagangan valas. Transaksi SPOT adalah transaksi jual beli valas yang penyerahannya dilakukan pada saat itu juga. Apabila ada keterlambatan, harus tidak boleh dari jangka waktu dua hari Transaksi SWAP adalah suatu kontrak jual beli valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward Transaksi FORWARD merupakan perdagangan jual beli valas yang sudah ditetapkan sebelumnya namun diberlakukan pada saat yang akan datang. Tempo waktu nya antara 2?24 jam sampai dengan satu tahun Transaksi OPTION adalah kontrak untuk memperoleh hak beli dan hak jual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valas, pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu pula. Jika kita tarik garis besarnya, transaksi forex boleh dilakukan asalkan dengan mengunakan transaksi berjenis spot. Kesimpulannya, dalam berbagai aktifitas apapun semua hukum itu sebenarnya sudah diatur, apakah dilarang atau diperbolehkan. Untuk perkara forex apakah halal atau haram itu semua tergantung dari bagaimana dan cara tipe transaksi dilakukan. Nah sekian pembahasan kali ini, semoga artikel ini dapat memberikan gambaran yang jelas kepada anda mengenai apakah Forex itu halal atau haram.

Halal Haram Hukum Trading Forex menurut Fatwa MUI. Apakah trading forex itu halal? Apakah trading forex itu haram? Apakah trading forex itu judi? Lalu bagaimana hukum trading forex menurut Islam, dalam hal ini fatwa MUI yang mewakili pendapat Ulama’ di Indonesia? Itulah topik yang akan kita bahas kali ini. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dalam setiap diskusi tentang Forex. Terutama dari mereka yang mulai tertarik dan ingin terjun ke bisnis Forex Trading. Sebagai pelaku bisnis Trading Forex, saya pun dalam beberapa minggu terakhir ini terus mencari dan mengumpulkan informasi terkait permasalahan ini, dan ini yang akan saya share kepada anda hari ini. Apakah trading Forex itu Judi? Tidak sedikit yang berpandangan bahwa Trading Forex itu sama saja dengan judi. Pada umumnya mereka adalah para awam dalam dunia trading. Mungkin karena mereka melihat bahwa dalam bisnis Trading Forex ini seseorang bisa saja kehilangan banyak uang dalam waktu singkat, atau bahkan bisa mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat. Sama kayak orang yang main judi. Menurut saya pribadi sih wajar, toh namanya orang awam. Lalu, yang sebenarnya bagaimana?

Judi apa bukan sih? Untuk menjawabnya, silahkan anda simak perbandingan antara Judi dan trading Forex berikut ini: Judi itu bersifat untung-untungan , sementara dalam Trading Forex tidak. Ada yang namanya analisa Teknikal dan analisa Fundamental untuk mengetahui apakah nilai mata uang suatu negara akan mengalami penguatan atau pelemahan. Tidak ada produk yang jelas dalam Judi, sementara dalam Trading Forex, ada produk yang jelas untuk diperdagangkan, yaitu mata uang tiap negara. Negara melarang keras kegiatan Judi, sementara Trading Forex tidak dilarang, bahkan Pemerintah melakukan regulasi dan pengawasan melalui BAPPETI. Dari uraian di atas, saya rasa anda sudah bisa menarik kesimpulan, apakah Trading Forex itu sama dengan Judi atau Tidak. Apakah Trading Forex itu Haram? Pada dasarnya, Trading Forex itu sama halnya dengan jual beli pada umumnya. Dan dalam Islam, hukum Jual Beli itu pada dasarnya adalah halal. Namun perlu dipahami bahwa sudut pandang (perspektif) Islam dalam menentukan Halal Haram itu sangatlah luas. Bisa jadi sesuatu yang pada dasarnya halal, namun karena proses dan cara melakukannya tidak benar, maka bisa saja menjadi Haram. Contoh sederhana adalah ketika ‘Berdagang’ itu dihalalkan oleh Agama, namun akan menjadi Haram jika yang diperdagangkan adalah minuman Keras. Itulah yang namanya Perspektif.

Berikut beberapa kriteria yang perlu dipenuhi agar memenuhi kaidah jual beli dalam Islam. Harus dilakukan oleh orang yang sudah dewasa atau mengerti dan mampu mengatur uang. (Dalam prakteknya, rata-rata Broker Forex mewajibkan seseorang yang ingin membuka akun harus berumur 18 tahun ke atas). Harus disepakati oleh kedua belah pihak, tanpa ada paksaan. (Aktualnya, dalam Trading Forex tidak akan ada aktivitas BuySell, bahkan Deposit, jika tidak ada kesepakatan sebelumnya). Barang yang diperdagangkan adalah bukan barang najis atau Haram. (Dalam Forex, yang diperjualbelikan bukan barang najis atau haram). Objek jual beli dapat diserah terimakan. Pembayaran dilakukan secara Tunai. Secara umum, dari sekian banyak diskusi tentang hukum trading forex yang saya temui di berbagai forum maupun blog, rata-rata mempermasalahkan poin ke-4 dan 5 dari list di atas. Ada yang menganggap bahwa transaksi Trading Forex Online (jual beli mata uang asing secara online) itu dilakukan tidak secara tunai. Dan itu yang menjadi dasar diharamkannya trading Forex. Ada juga yang menganggap bahwa yang diperjual belikan dalam Trading Forex itu barangnya tidak diserahterimakan secara fisik, namun hanya berupa angka-angka digital saja. Menurut mereka, yang boleh dan tidak haram dalam jual beli mata uang asing (FOREX) itu seperti di Loket Money Changer.

Kita menukar uang Rupiah kita dengan USD, dan semuanya dilakukan secara kontanTUNAI (kita dapat fisik USD, mereka dapat fisik IDR), dan itu sesuai dengan kurs atau NILAI TUKAR SAAT ITU. Sementara di Trading Forex secara Online, menurut mereka, ketika kita melakukan opsi BuySell, uang kita langsung terpotong saat itu, dan kurs yang dipakai adalah kurs yg berlaku saat itu, namun kita baru mendapatkan uang kembali setelah posisi trade ditutup (close) dalam beberapa waktu ke depan. Jadi dianggap TIDAK TUNAI dan itu pun hitungannya mengikuti kurs saat posisi trade ditutup (bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari kurs sebelumnya saat open trade). Dan hal ini yang dianggap mereka sebagai SPEKULASI alias untung-untungan dan dianggap HARAM. Pendapat Trading Forex Halal. Dari beberapa diskusi yang saya pantau di berbagai forum maupun blog, berikut garis besar penjelasan dari mereka yang berpandangan bahwa trading forex itu halal. Bukan Tebak-tebakan. Trading Forex itu bukan sekedar tebak-tebakan atau untung-untungan. Namun perlu analisa mendalam baik secara Teknikal maupun Fundamental. Jika anda hanya mengandalkan tebak-tebakan tanpa mempelajari ilmunya secara mendalam, baru bisa dikatakan anda hanya main spekulasi dan itu bisa jadi Haram. Forex bukan Riba. Forex Trading itu murni memperdagangkan mata uang asing. Keuntungan diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual. Beda halnya dengan meminjamkan uang kepada seseorang, dan sebagai imbalannya anda berharap ada pengembalian lebih. Note: Terkait adanya biaya Swap (biaya menginap jika posisi trade ditahanbelum ditutup lebih dari satu hari), dan itu dianggap bunga karena bisa mengurangi profit yang seharusnya kita dapat, hal ini bisa diatasi dengan membuka akun dengan fitur NO SWAP yang kini telah disediakan di banyak Broker yang menyediakan akun Islami (Islamic Account).

Dapat diserah terimakan. Meskipun kita tidak memegangnya secara langsung (secara fisik), namun dalam trading forex online, uang kita akan masuk ke dalam saldo akun kita dan sepenuhnya menjadi milik kita. Seperti halnya saat melakukan transfer uang, kita tidak mendapatkan uang secara fisik tho, namun hanya berupa angka di rekening kita. Dan itu sah-sah aja kan? Transaksi secara KontanTunaiLangsung. Banyak yang mempermasalahkan hal ini. Katanya transaksi dalam Trading Forex online itu tidak tunai dan dianggap Haram. Mereka menganggap bahwa kita mendapatkan asset kembali saat posisi trade ditutup, jadi ada jeda di sana antara posisi open trade dan close trade, dan ini dianggapnya tidak tunai dan menyebabkan Haram. Aktualnya, saat kita klik opsi Buy (misalnya), artinya kita membeli asset dengan saldo kita sesuai harga SPOT saat itu. Saldo kita langsung terpotong dan asset itu kini menjadi milik kita seutuhnya (*TUNAI 1) Ketika grafik berjalan, artinya asset itu memiliki perubahan nilai (bisa lebih rendah atau lebih tinggi), dan kita bebas untuk tetap menyimpannya atau menjualnya kembali. Jika dirasa harganya sudah cukup tinggi, kita bisa menjualnya kembali dengan klik tombol CLOSE trade. Dan secara instan aset itu kini terjual kembali dan masuk ke saldo akun kita (*TUNAI 2). Note: *TUNAI 1: kita beli aset dengan saldo kita (BUY). Saldo terpotong langsung dan kini kita memiliki aset. *TUNAI 2: kita jual aset yang kita miliki (CLOSE). Saldo kita bertambah langsung dan aset itu sudah tidak kita miliki. PENTING.

Mohon dibedakan Trading Forex tipe SPOT ini dengan Trading Binary Option. Karena dalam binary option, kita membelimenjual aset dengan kurs sekarang, namun akan kita terima kembali (otomatis close, terjual kembaliterbeli kembali) dalam beberapa waktu ke depan, meskipun dalam posisi kurs yang tidak kita inginkan. Jadi lebih condong ke arah spekulasi (Maisir, Haram). Fatwa MUI tentang Hukum Trading Forex. Sebagai panutan masyarakat Muslim di Indonesia, MUI juga mengeluarkan pandangannya terkait hukum trading Forex ini apakah halal atau haram melalui FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 28DSN-MUIIII2002 Tentang JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF). Secara umum, MUI berpandangan bahwa Trading Forex dengan jenis transaksi SPOT diperbolehkan, namun mengharamkan Trading Forex dengan jenis transaksi FORWARD, SWAP, dan OPTION (termasuk binary option). Berikut sedikit penjelasan tentang jenis-jenis transaksi yang dimaksud: Transaksi SPOT Transaksi jual beli Valas yang dilakukan secara tunai atau penyerahannya dilakukan saat itu juga. Bila pun terjadi keterlambatan, tidak boleh lebih dari 2 hari (dianggap sebagai batas waktu penyelesaian dari transaksi internasional yang tidak dapat dihindarkan). Transaksi Forward Transaksi jual beli Valas yang ditetapkan sekarang, namun diberlakukan pada masa yang akan datang (tempo 2 hari sampai 1 tahun mendatang). Haram karena beli dengan harga sekarang, namun baru diterima nanti, padahal harga mungkin sudah berbeda. Transaksi SWAP Kontrak jual beli Valas dengan harga SPOT yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga FORWARD. Note : Di kalangan Trader, istilah SWAP berarti Biaya yang muncul ketika transaksi forex ditahan lebih dari 1 hari (tidak disclose). Dan ini dianggap bunga atau riba. Transaksi OPTION Kontrak untuk mendapatkan hak membeli atau menjual Valas yang tidak seharusnya dilakukan pada harga atau jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Meskipun banyak dari masyarakat yang ‘ngikut’ dengan fatwa MUI ini, dan kini beralih ke Trading Forex dengan transaksi SPOT serta menghindari SWAP, namun ada juga yang memberikan koreksi terhadap Fatwa MUI ini. Salah satunya adalah dari Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M. A yang kurang setuju perihal batas waktu penyelesaian transaksi jual beli yg dibatasi maksimal 2 hari ini. Seperti yang dikutip dalam blog Abumusa Albakasiy , beliau kurang setuju dengan penetapan MUI tentang batas waktu penyelesaian transaksi yang maksimal 2 hari tersebut dengan alasan kondisi yang tak terhindarkan karena merupakan transaksi internasional.

Menurut beliau, di era modern seperti saat ini, seharusnya transaksi bisa dilakukan dengan lebih cepat. Denagn memberi batasan penyelesaian 2 hari, itu sama halnya memberi peluang kepada para pemakan riba atau para speculator yang telah menjual dananya dengan skema spot untuk melangsungkan kejahatannya. PENTING. “Sudah jelas ya. Untuk rekan-rekan Muslim yang masih melakukan trading Binary Option, mohon untuk memperhatikan Fatwa MUI ini. Saya pribadi sudah berhenti dari aktivitas trading binary option yang sebelumnya saya promosikan juga melalui ulasan di blog ini”. Demikian ulasan mengenai apakah Trading Forex sama dengan judi, bagaimana hukum trading forex apakah halal atau haram, termasuk juga bagaimana pandangan MUI terkait aktifitas jual beli Valas atau Trading Forex, juga sudah kita simak melalui FATWA yang dikeluarkannya. Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dan manfaat dari ulasan di atas. Dan tetap, pada akhirnya semua keputusan kembali kepada kita sendiri. Mau lanjut menjalankan Trading Forex, memilah-milah jenis transaksinya, atau sama sekali berhenti. Fatwa MUI Forex Halal atau Haram Menurut Syariat Islam. Pembahasan mengenai forex halal atau haram selalu menjadi topic perbincangan yang hangat setiap tahunnya. Apakah ada hukum forex dalam agama islam, dan bagaimana kaitannya dengan perjudian?

Bagi anda yang masih ragu atau masih mencari tahu mengenai trading forex karena dianggap judi dan bertentangan dengan agama islam, maka pembahasan kami kali ini bisa menjadi referensi anda dalam mencari tahu apakah trading forex itu halal atau haram. Pada dasarnya trading forex adalah sebuah bisnis yang dilakukan secara online dan dapat dilakukan kapan saja dimana saja, dengan kata lain trading forex ini adalah sebuah bisnis yang sangat fleksibel. Tidak jarang pelaku trading forex atau yang biasa disebut dengan trader adalah orang yang sudah memiliki pekerjaan lainnya dan menjadikan trading forex sebagai bisnis sampingan, namun tidak sedikit pula yang menjadikan trading forex sebagai bisnis utamanya. Market yang selalu bergerak 24 jam 5 hari seminggu membuat kebanyakan orang menentukan sendiri kapan mereka akan masuk ke dalam market untuk trading. Namun dari sisi agama islam ada beberapa orang yang menyamakan trading forex dengan judi dan sama sekali tidak sesuai dengan syariat islam, benarkah? Mari kita kupas semuanya. APAKAH TRADING FOREX = JUDI? Anggapan faktor spekulasi dan kemungkinan keuntungan atau kerugian besar yang dapat diterima oleh seorang trader hanya dengan duduk duduk saja membuat banyak orang menyamakannya dengan judi. Namun sebenarnya trading forex bukanlah judi melainkan murni perdagangan. Hal hal inilah yang membuat trading forex berbeda dengan judi. Judi : Pengambilan keputusan berdasarkan unsur untung untungan dan spekulasi.

Forex : Pengambilan keputusan berdasarkan analisa teknikal dan fundamental. Judi : Hasil yang didapatkan bersifat merugikan salah satu pihak. Forex : Hasil yang didapatkan bersifat saling menguntungkan. Judi : Tidak ada produk atau barang yang diperdagangkan, nomer tidak termasuk dalam barang atau produk. Forex : Ada produk atau barang yang diperdagangkan berupa mata uang. Judi : Hasil dari judi sama sekali tidak dapat diprediksikan. Forex : Ada batasan dan control keuntungan serta kerugian yang jelas. Judi : Tidak pasti. Forex : Saat harga jenuh dimana keadaan sudah terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka harga akan mengalami koreksi.

Judi : Dilarang oleh hukum dan negara. Forex : Ada regulasi resmi dari negara seperti Indonesia adalah di bawah BAPPEBTI, ataupun di bawah regulator negara lain seperti FCA UK, MFSA, ASIC, CFTCNFA dan semacamnya. Dari perbedaan nyata diatas cukup terlihat bahwa forex berbeda dengan judi, dan tentunya anda juga sudah mulai bisa menyimpulkan apakah forex sama dengan judi atau tidak. HUKUM HALAL HARAM TRADING FOREX. Dalam menentukan halal ataupun haram dalam agama Islam membutuhkan sebuah perspektif yang sangat luas, termasuk juga dalam dunia trading. Apapun itu yang tidak sesuai dengan syariat islam pasti akan menjadi sesuatu yang tidak benar dan haram hukumnya untuk dilakukan. Seorang ahli fikih bernama Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi, menyatakan kalau perdagangan valas dalam agama islam hukumnya adalah halal, karena perdagangan valas adalah sebuah kebutuhan global. Beliau membuat pernyataannya dengan didasarkan dalam hadist yang berbunyi berikut ini : “Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan”. (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud) Dalam aturan jual beli, seorang penjual harus menjelaskan secara detil mengenai barang yang akan ia jual termasuk itu baik dan buruknya. Sama seperti dengan trading forex, saat anda berhadapan dengan broker forex legal, maka anda akan dijelaskan semuanya mengenai trading forex termasuk juga resikonya.

Dan juga dilakukan dengan kesepakatan kedua belah pihak. “…Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” Sama sekali tidak ada unsur riba dalam trading forex, berbeda kalau meminjamkan uang kepada orang dengan memberikan bunga. Dan saat ini sudah ada cukup banyak broker forex yang menyediakan islamix account. FATWA MUI MENGENAI TRADING FOREX. Dalam fatwanya, MUI sudah menyatakan kalau trading forex itu halal dan boleh untuk dilakukan. Dalam FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 28DSN-MUIIII2002 Tentang JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF) MUI menyatakan kalau transaksi forex dengan transaksi spot diperbolehkan, namun dengan jelas menyatakan kalau transaksi swap, option, binary, spread betting, dan forward tidak diperbolehkan dalam agama Islam. Transaksi SPOT : Transaksi jual beli forex yang diharuskan untuk selesai pada hari yang sama sehingga tidak terjadi SWAP. SWAP : Biaya yang muncul karena transaksi forex yang lebih dari satu hari. Baik itu – ataupun + tetap saja tidak diperbolehkan. Dalam agama Islam sudah diatur dan ditentukan bahwa trading forex diperbolehkan dengan aturan aturan yang tersebutkan diatas.

Semoga pembahasan dari kami ini cukup memberian gambaran yang jelas kepada anda mengenai halal dan haram trading forex untuk kenyamanan transaksi forex anda. Jangan bertrading menggunakan perusahaan broker yang bisa melakukan pengiriman uang dengan metode yang ilegal dan melanggar hukum, sebab hal itu tergolong pencucian uang atau money laundry yang tentunya juga dilarang oleh agama. Pembahasan metode pengiriman uang yang ilegal bisa dibaca disini. Jangan mudah terperdaya dengan seminar forex yang berdalih mengajarkan trading forex syariah, padahal perusahaan broker yang digunakannya adalah tergolong broker haram, dan ini tentunya bertentangan dengan prinsip halal tersebut. Hukum trading forex online dalam islam masih menjadi perdebatan di tengah tengah masyarakat. Mereka yang mengatakan trading forex itu haram karena mereka menyamakan forex sama dengan kegiatan bermain kasino. Nah, bagi anda yang masih bertanya-tanya dalam hati apakah forex halal atau haram. maka artikel kali ini bisa menjadi pencerahan yang bermanfaat bagi anda. Apakah benar trading forex itu tidak sesuai ajaran Islam ? Sebelum menjawab itu ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa yang di maksud dengan forex ? Forex merupakan singkatan dari foreign exchange kalau dalam bahasa Indonesia di kenal Valas atau valuta asing yang merupakan pertukaran mata uang asing. Pertukaran mata uang asing hampir tidak dapat di hindarkan sebagaimana kita ketahui kebutuhan masyarakat akan mata uang asing sangat besar, sebut saja ketika ingin belanja barang dari luar negeri, ketika ingin melakukan traveling keluar negeri, semua itu membutuhkan pertukaran mata uang. Dari mata uang yang kita miliki ke mata uang negara tujuan. Agar kita bisa melakukan transaksi di negara tersebut. Pada prinsipnya trading forex adalah kegiatan bisnis yang dilakukan lewat online dengan instrumen mata uang.

Pelakunya di sebut sebagai trader. Nah di sinilah ada yang mengatakan bahwa bentuk kegiatan menghasilkan uang dari trading forex mirip dengan j*di. Apakah benar Forex sama dengan J*di ? mari kita simak uraiannya berikut ini : Karakteristik J*di. Keputusan di lakukan dengan spekulasi atau berdasarkan untung-untungan Hasil yang di terima akan merugikan pihak lain Tidak memiliki barang yang di pergunakan, nomor tidak termasuk barang yang di pergunakan Hampir sulit di prediksi hasilnya Di larang di negara tertentu, Sedangkan Forex itu, Pengambilan keputusannya tidak di dasarkan tebak-tebakan atau untung-untungan semata, tetapi berdasarkan analisa tekhnikal dan fundamental Hasil yang di dapat tidak merugikan pihak lain, tetapi saling menguntungkan jadi tidak ada pihak yang teraniaya Memiliki produk yang jelas yaitu mata uang Hasil keuntungan serta kerugian dari forex dapat di kontrol dan di prediksikan Saat harga terlalu tinggi atau rendah maka harga akan mengalami koreksi Forex memiliki regulasi resmi dari pemerintah di bawah BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), ataupun di bawah regulator negara asing seperti FCA, UK, MFSA, ASIC, NFA dan regulator lainnya. Dari 2 perbandingan karakterisik di atas, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa hukum trading forex legal, dan itu berarti forex tidak bertentangan dengan syariat Islam. Hukum trading forex dalam agama Islam. Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi seorang ahli fiqih yang cukup tenar, mengatakan transaksi valas dalam agama Islam itu hukum halal, menurutnya bisnis valas adalah sebuah kebutuhan. Sebagaimana dalam hadistnya, “Jangan membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang seperti itu, mengandung penipuan” . (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud) Sebuah transaksi bisnis apalagi yang berhubungan dengan jual beli, maka barang yang di beli harus jelas, termasuk baik buruknya. Sedangkan trading forex, kita akan mendapatkan informasi detail dari broker forex yang legal.

Sebagaimana yang juga di sebutkan dalam surah Al Baqarah ayat 275. “…Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” Proses jual beli di ridhoi dalam agam Islam yang di larang adalah pinjaman yang berbungan atau Riba. Dalam trading forex tidak ada uang yang berbunga. Majelis Ulama atau yang di kenal ( MUI ) telah mengeluarkan fatwa bahwa jual beli mata uang (AL-SHARF) di perbolehkan. Dengan begitu juga menyatakan bahwa transaksi swap, option, binary, spread, betting, dan forward dilarang dalam ajaran agam Islam. SPOT : Perdagangan jual beli forex yang di haruskan kelar pada hari itu juga agar tidak menimbulkan SWAP SWAP : Munculnya biaya akibat transaksi forex yang lebih dari satu hari. Dari penjelasan di atas semoga bisa mencerahkan bagi anda yang masih mempertanyakan mengenai status hukum trading forex online. Kalau mau bermain aman dalam forex tanpa bersentuhan dengan haram maka hindari bentuk perdagangan mata uang yang berbentuk binary, option, spread, betting, dan forward karena jelas hal itu di larang dalam agama Islam sesuai dalam Fatwa MUI. Selain itu, kita juga harus pandai memilih karena ada broker yang melabeli dirinya syariah tetapi itu merupakan binary option. Online Forex Trading. Online Forex Trading, Brokers Online, Brokers Forex Terbaik Asia, Valuta Asing, Tips dan Trik Forex, Belajar Forex Trading Gratis. FATWA MUI TENTANG TRADING FOREX.

Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai. Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan. Pe mbeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakantindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat) Suci barangnya (bukan najis) Dapat dimanfaatkan Dapat diserahterima kan Jelas barang dan harganya Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan. Dulu awalnya sebelum tahu hal ini emang sempat bingung juga apakah emang halal atau tidak. Tapi setelah baca daribeberapa sumber seperti forum forex dan blog sperti ini memang cukup membantu jadi membuat saya tau apakah trading di forex itu halal atau tidak. Untuk trading pun juga saya sendiri menggunakan akun free swap dari OctaFx. Katanya yang bikin haram itu karena swap ini juga. Dan saya sendiri juga nggak tau swap ini dihitung dari mana, berdasarkan apa. Mudah-mudah sukses dalam bertrading dan semakin yakin dan paham tentang forex.



Articles:

  • Apakah trading forex itu haram