Forex for a trader
Jual beli forex menurut islam

Jual beli forex menurut islamJual beli forex menurut islam syrekema602716413. Straddles option definition - Israel trade with malaysia. Pasar valuta asingbahasa Inggris: foreign exchange market, forex) atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata. Suku nurut Karl dan Fair suku bunga adalah pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman, dalam bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh dari jumlah. Ketahuilah jenis golongan broker forex anda sebelum anda trade dan menempatkan dana kepada mereka waspada terhadap broker curang nakal, serta investasi bodong. On Februari 3, aku mau beli tolong kasih informasi buat saya., 2011 at 1 08 am aku mau tanya apakh ada judul lain dari manajemen keuangan selain 2 di bawah ini. Islam adalah rahmat Nya bagi alam semesta ini, dan sesuai dengan segala kebenaran Nya di alam semesta ini. Banyak perbedaan pendapat tentang forex itu sendiri, ada yang mengatakan tidak boleh, tetapi ada juga yang mengatakan boleh Dibawah ini adalah pendapat yang. Jual beli forex menurut islam. Peraturan Terbaru Perdagangan Bursa Efek IndonesiaBEI) Revisi Aturan Jual Beli Saham Keanggotaan BEI 11 Juli 2011 samsur rizal. Permasalahan tersebut menimbulkan reaksi para ahli ekonomi Islam modern, seperti Ahmad Hasan, yang menyerukan penerapan kembali mata., danUmar Vadillo, Hifzu Rab. Setalah sebelumnya saya membuat artikel cara mendaftar dan beli saham melalui BNI Sekuritas, kali ini saya akan membuat artikel tentang cara membuat akun di Mandiri. Iya bagus kok, kalau reksadana jangan dibuat trading Pak, sama seperti orang.

, malah rugi loh kena fee nya kalau reksadana itu untuk beli lalu simpan jangka panjang March 20, 2009 at 3 13 am Salam Ukhuwah dalam bimbingan Syari ah. Untuk temen temen yg membutuhkan materi dan penjelasan tentang ekonomi dan transaksinya menurut. Bank Syariah vs Bank Konvensional Senin, 17 Juni 2002 Tulisan Oleh Zainul Arifin MBADirektur Eksekutif Tazkia Institute Staf Pengajar Sekolah Tinggi Ekonomi. Menyediakan bermacam macam koleksi buku, komik, dan lain lain dari berbagai penerbit lengkap., agama, novel, umum, pengetahuan, pelajaransd smp sma kuliah bacaan You have not yet voted on this site If you have already visited the site, please help us classify the good from the bad by voting on this site. Feb 01, 2018 0 KEWAJIBAN DAN URGENSI ZAKAT OlehSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Segala puji bagi Allah semata dan shalawat serta salam atas Muhammad yang tiada. Inilah keunggulan dari blog ini, disini kamu dapat mencari segala hal yang kamu butuhkan tentang dunia perbankan, terutama tentang perbankan syariah segala. Pertanyaan: Assalamu alaikum Ustadz, bagaimana tanggapan ustadz terhadap Fatwa MUI tentang Jual Beli Mata Uang berikut ini: FATWA DEWAN SYARI AH NASIONAL NO. Binary directed graph. Top 10 insurance brokers in usa. Tiga tahun lepas, ana beli 1 dinar harga karang ni harga dia lebih kurang RM600 kata sahabat saya, ya terus ambik calculator handphone. Hmm, kalau say usul, bisa dihitung sisa uang yang tidak dipakai lalu ntoh daripada saya beli tunai mobil seharga 200jt, saya beli.

Hasil kajian dan penelitian pakar, pelbagai teknologi moden direka untuk memudahkan manusia dalam meningkatkan kualiti ktor pertanian juga. Jual beli forex menurut islam. Pertanyaan: Assalamu’alaikum, pak ustadz, Saya ingin menanyakan hukum tentang bisnis valas secara online yang biasa disebut dengan “Forex”? Dimana bisnis ini pada dasarnya mengambil keuntungan dari penjualan suatu mata uang, kalau di dunia nyata mungkin mirip dengan money changer. atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. Jawaban: Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Langsung saja, dalam syari’at islam, bisnis mata uang (valas) secara garis besar dibolehkan, hanya saja ada dua ketentuan yang harus diindahkan. Kedua ketentuan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas perekonomian masyarakat luas. Kedua persyaratan tersebut bertujuan agar mata uang yang merupakan standar harga bagi barang-barang lain tidak dapat dipermainkan oleh orang-orang yang serakah. Berikut kedua ketentuan tersebut: 1. Bila mata uang yang diperdagangkan sama jenis, misal : Uang rupiah pecahan Rp 100.000,- ditukar dengan uang rupiah pecahan Rp 1.000,- maka pada kondisi semacam ini ada dua persaratan yang harus dipenuhi: Penukaran dilakukan dengan cara kontan, sehingga ketika kedua belah pihak yang mengadakan transaksi telah menyetujui akad penukaran tersebut, masing-masing harus segera melakukan pembayaran dengan cara kontan dan lunas, tanpa ada pembayaran yang tertunda walau hanya Rp 1,- (satu rupiah). Nominasi kedua uang tersbeut berjumlah sama, tanpa ada yang dilebihkan. Dengan demikian pada contoh kasus di atas, yaitu uang rupiah pecahan Rp. 100.000,- bila ditukar dengan uang rupiah pecahan Rp. 1.000,- maka pemilik pecahan Rp 100.000,- harus benar-benar mendapatkan pecahan Rp 1.000,- sebanyak 100 (seratus) lembar. Tidak boleh ada pengurangan sedikitpun. 2. Bila mata uang yang dipertukarkan berbeda jenis, misalnya mata uang dolar amerika ditukar dengan rupiah indonesia, maka pada kondisi semacam ini proses tukar menukar harus memenuhi syarat pertama dari kedua persyaratan di atas, yaitu pembayaran dilakukan dengan kontan dan lunas, tanpa ada yang terhutang sedikitpun. Dengan demikian bila anda menukar uang dolar sebesar $ 100 dengan rupiah sebesar Rp. 10.400.000,-, maka pembayaran antara anda berdua harus dilakukan dengan kontan dan lunas, tanpa ada yang terhutang sedikitpun.

????? ?????? ?????? ?????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ?????? ?????? ?????? ???? ????? ???? ?????? ??? ???? ??? ??? ?? ?????? ??? ????. ???? ????. “Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, korma dijual dengan korma, dan garam dijual dengan garam, (takarantimbangannya) harus sama dan kontan. Barang siapa yang menambah atau meminta tambahan maka ia telah berbuat riba.” (HRS Muslim dalam kitabnya As Shahih ) Dan para ulama’ zaman sekarang telah menyatakan bahwa berbagai mata uang yang ada di zaman sekarang berperan sebagai mata uang yang ada pada zaman dahulu yaitu dinar atau dirham. Dengan demikian seluruh hukum yang berlaku pada penukaran mata uang dinar dengan dinar atau dirham dengan dirham atau dinar dengan dirham berlaku pula pada pernukaran mata uang yang ada pada zaman sekarang. Bila demikian adanya, maka bisnis valas secara online yang disebut dengan forex adalah bisnis yang diharamkan. Yang demikian itu karena pembayaran pada bisnis cara ini tidak dilakukan dengan kontan dan lunas, akan tetapi pembeli hanya membayarkan beberapa persen dari total valas yang ia beli sebagai jaminan, dan pada penutupan pasar valas di akhir hari atau pada akhir tempo yang disepakati oleh keduanya, mereka berdua mengadakan perhitungan untung atau rugi selaras dengan pergerakan nilai tukar kedua mata uang yang diperdagangkan. Wallahu Ta’ala a’alam bisshowab. Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA. Punya Pertanyaan Masalah Hukum Perdagangan? Bergabunglah di Milis Fatwa Perdagangan email protected, milis ini disediakan bagi anggota milis pengusahamuslim. com yang ingin bertanya tentang berbagai masalah hukum perdagangan dengan Ustadz Pembina milis pengusahamuslim.

com. Untuk Bergabung, kirim email kosong ke: email protected Untuk bertanya, kirim pertanyaan ke: email protected Mohon bersabar jika pertanyaan tidak langsung dijawab, karena kesibukan Ustadz Pembina dan karena diperlukannya waktu untuk menyusun jawaban dan pencarian dalil-dalil yang mendukung jawaban. hukum jual beli dalam islam. PENGERTIAN DAN DASAR HUKUM JUAL BELI, RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI, SERTA JUAL BELI YANG DILARANG DALAM ISLAM. Dua pihak membuat akad penjual dan pembeli Objek akad (barang dan harga) Ijab qabul (perjanjianpersetujuan) Dua pihak membuat akad penjual dan pembeli Objek akad (barang dan harga) Ijab qabul (perjanjianpersetujuan) makalahnya bagus ka, syukran :) kenapa air diharamkan untuk diperjualbelikan? padahal di Indonesia terdapat banyak perusahaan2 air mineral. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang. Bagaimana hukum jual beli binatang ternak yg sakit, tetapi telah diketahui dan disetujui kedua belah pihak. makasih cantik atas infonya :* assalammualaikum pak saya mau tanya 1. bolehkan secara hukum islam atau negara seorang anak membeli tanah orang tuanya yang sekarang berumur 86th. 2. dasar hukum dlm islam jualbeli tanah antara anak yang waras dengan orang tuanya yng berumur 86th yang dilakukan dengan mengiming2kan suatu saat "bila tanah itu laku orangtuanya diberikan bonus 5juta perbulan.

3. sementara anak itu tidakpunya uang untuk membeli tanah orangtuanya dan sementara orangtuanya punya 7 orang anak. 4. syahkah menurut hukum islam dan juga negara bila seorang anak mebeli tanah orangtuanya di notaris hanya ada anak itu dan orangtuannya. terimakasih bapak wasallam. Rebat FBS TERBESAR – Dapatkan pengembalian rebat atau komisi hingga 70% dari setiap transaksi yang anda lakukan baik loss maupun profit, bergabung sekarang juga dengan kami trading forex fbsasian. com ----------------- Kelebihan Broker Forex FBS 1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA 2. FBS MEMBERIKAN BONUS 5 USD HADIAH PEMBUKAAN AKUN 3. SPREAD FBS 0 UNTUK AKUN ZERO SPREAD 4. GARANSI KEHILANGAN DANA DEPOSIT HINGGA 100% 5. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANL LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya Buka akun anda di fbsasian. com ----------------- Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui : Tlp : 085364558922 BBM : fbs2009. Ingin beruntung seperti temen-temen kamu? Langsung saja kamu mendaftar di AsliBandar dan rasakan permainan yang akan membuat hidupmu berwarna. Dengan Deposit yang terjangkau kamu berkesempatan menangkan Jackpot setiap harinya. Ingin beruntung seperti temen-temen kamu? Langsung saja kamu mendaftar di AsliBandar. net dan rasakan permainan yang akan membuat hidupmu berwarna. Dengan Deposit yang terjangkau kamu berkesempatan menangkan Jackpot setiap harinya. Untuk Info lebih lanjut silahkan menghubungi kami melalui : Pin BB : 2B3C34F4 YM : Aslibandar_CS Skype : AsliBandar Telp : +855882388666 FB : AsliBandar. Hai guys kami dari RAJASAKTI.

com web game terbaru dengan design classic dan tampilan table yang soft serta user friendly. Memberikan FREECHIP GRATIS tanpa deposit hanya dengan post poto berikut kalimat ini dan tag teman kamu di facebook sebanyak 30 orang. FREECHIP hanya untuk 100 orang pertama sebesar 5000. RAJASAKTI. com Agen game online terpercaya tanpa tipu2. RAJASAKTI. com adalah game poker online dengan uang asli di Asia, aman dan mudah seperti poker Facebook chips dapat diuangkan kapan saja. Sistem player versus player 100%, dan bisa menjadi bandar dalam permainan dengan sistem game tercepat dan terbaik. GAME RAJASAKTI (POKER, CEME, CAPSA SUSUN, CAPSA BANTING, REMI, QIUQIU) contact us at : WA: +855889908908 SMS: +855889908908 Line: CS_RAJA Wechat: CS_RAJA BBM: CS_RAJA Facebook : RAJA SAKTI Twitter : CSRAJASAKTI. info lebih lanjut contact ke kami. ditunggu ya bos-bos sekalian. Sangat bermanfaat sekali gan bembahasannya. baca juga doaharian. infojual-beli-dalam-islam makalahnya bagus isinya, tapi sayang kurang lengkap tidak foot notenya.

yuk, bergabung bersama Jagodomino sekarang juga. Dapatkan Beberbagai Bonus Menarik Dari Jagodomino. Kami juga menerima berbagai layanan Bank Seperti : Ecash, Sakuku, Tikes, Go-Pay, Doku Walet, Paypro dan dll. Daftar Dan Buktikan Sendiri, Dengan Persentase Kemenangan Mencapai 80% hanya di Jagodomino. net. Untuk Info lebih lanjut anda dapat mengunjung situs resmi kami hanya Jagodomino. BBM : 2AF6F43D FB : @JagoPromo WA : +855717086677. IDR. Mau tau caranya gimna dapatkan jutaan sampai ratusan juta rupiah dalam sekejap?? yukk bergabung dengan kami di situs online yang menghibur sekaligus menghasilkan banyak rupiah tanpa berkeringat. ^^ daftar link alternatif sukabandar. com suka88 skb288 suka88.

Memilih Situs POKER ONLINE UANG ASLI Yang Aman dan Terpercaya itu Sangat Penting Bagi Anda Yang Hobi Bermain : DOMINO QQ, BANDARQ INDONESIA, CAPSA SUSUN ONLINE, POKER ONLINE, ADU Q, SAKONG, BANDAR POKER. sukabandar. com. Website Terpercaya Indonesia Hadir Untuk Memberikan Kepuasan, Kenyamanan, dan Rasa Aman Kepada Seluruh Penggemar Judi Online. Rasakan Sensasi Bermain Games Yang FAIR Hanya di suka88. RASAKAN SENSASI KEMENANGAN DENGAN MEJA HOKI DAN KARTU BAGUS SETIAP HARINYA !! SATU - SATU NYA SITUS TARUHAN DENGAN RATING KEMENANGAN TERTINGGI DAN PENCARIAN BANDARQ NO.1 DI GOOGLE!! DAN KARTU YANG RINGAN DI MEJA >> WIN RATE 100% karena sukabandar. com termasuk SERVER A Dengan Fasilitas Exclusive : - Proses Transaksi yg jauh Lebih mudah dan Cepat!!(+- 1 menit) - Minimal Depo & WD Terjangkau cuma 20 rb!! - Kartu di Meja juga Lebih Ringan..(win rate 100%) - Tidak lupa juga Menemani anda Tips & Trik yg Selalu Jitu.. - Games Juga Mudah di Akses dr berbagai Gadget LHO. jangan pusing lagi bos.. Bermain dengan santai dan Tenang bersama kami!! karena tidak ada pelayanan se-mewah, se-profesional dan se-exclusive suka88 agen poker dan bandarQ!!

^^ Kembangkan Hobi anda.. Warnai kartu anda yang hobi selalu kasih QQ . ^^ Ayo bergabung dengan kami di agen terpercaya suka88 Dengan modal deposit hanya 20.000 Anda bisa mendapatkan JACKPOT PULUHAN JUTA RUPIAH.. dan kami juga menyediakan promo BONUS CASHBACK 0.5% SETIAP HARINYA, serta BONUS REFERENSI 20% seumur hidup untuk setiap member yang bermain, 7 Game Dalam 1 Akun Sudah. Menanti Anda !! Buruan Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga !! - Dapatkan Bonus Turnover 0.3% sampai 0.5% dari Jumlah Turnover anda. - Dapatkan Bonus 0.3% dari jumlah turnover anda. - Segera daftar akun anda di suka88. SKYPE : sukabandar WHATS UP : +855 888043579 PIN BBM : D8E87241 YAHOO MAIL : sukabandar88 FACEBOOK : sukabandar LINE : sukabandar INSTAGRAM(cs) : livia. wen.71. IZIN POST YA MIN.. Ingin Menang Puluhan Juta Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi.

Situs Domino Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup. Info Lebih Lanjut BBM : 2BB20CA6 Telp WA : +85592428353. SALAM JAYA TERUS. Anda Bosan Mencari Situs Terpercaya dengan Persentase Kemenangan Yang Tinggi ? Langsung saja bergabung di PesonaQQ! Hanya dengan modal minimal 20ribu sudah dapat bermain semua games di PesonaQQ. Dapatkan Juga Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari dan Bonus Referral Sebesar 20% Info lebih lengkap silahkan hubungi CS 247 kami melalui : * Livechat * No Telp : +85511817618 * BBM : 7A996166 * WECHAT : +85511817618 * Skype : PesonaQQ. Ingin Menang Puluhan Juta Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup Info Lebih Lanjut BBM : D8E87241 FB : [email protected] com Telp WA : +855 888043579 Skype : sukabandar YM : [email protected] com. Anda Bosan Mencari Situs Terpercaya dengan Persentase Kemenangan Yang Tinggi ?

Langsung saja bergabung di PesonaQQ! Hanya dengan modal minimal 20ribu sudah dapat bermain semua games di PesonaQQ. Dapatkan Juga Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari dan Bonus Referral Sebesar 20% Info lebih lengkap silahkan hubungi CS 247 kami melalui : * Livechat * No Telp : +85511817618 * BBM : 7A996166 * WECHAT : +85511817618 * Skype : PesonaQQ. Ingin Menang Puluhan Juta Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup Info Lebih Lanjut BBM : D8E87241 FB : [email protected] com Telp WA : +855 888043579 Skype : sukabandar YM : [email protected] com. Ingin Menang Puluhan Juta Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup Info Lebih Lanjut BBM : D8E87241 FB : [email protected] com Telp WA : +855 888043579 Skype : sukabandar YM : [email protected] com. Ingin Menang Puluhan Juta Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup Info Lebih Lanjut BBM : D8E87241 FB : [email protected]

com Telp WA : +855 888043579 Skype : sukabandar YM : [email protected] com. Ingin Menang Puluhan Juta Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup Info Lebih Lanjut BBM : D8E87241 FB : [email protected] com Telp WA : +855 888043579 Skype : sukabandar YM : [email protected] com. Welcome 288Betting. com Dapatkan Bonus 10% Berlaku untuk semua permainan Di 288Betting . Mari Bergabung bersama kami dalam permainan judi Online Bola, Poker, Togel, Dll dapat di akses melalui Android dan IOS. Minimal deposit Withdraw hanya Rp, 20.000,- Kalian sudah dapat bermain langsung dilayani dengan Customer Service yang ramah dan berpengalaman siap membantu anda semua sampai tuntas. keunggulan bermain di 288Betting adalah Online 24 jam untuk seluruh bank yang di gunakan, proses Depo dan WD tercepat sehingga membuat member nyaman dan aman .

Kenyamanan member itu prioritas dari kami, siap melayani anda sampai tuntas. Nikmati Hot promo di 288Betting. com : * Bonus Rollingan 0.5% hanya berlaku untuk Sportsbook atau taruhan judi bola. Bonus Rollingan akan masuk di User ID member secara auto setiap hari senin. * Bonus Rollingan 0.8% Kusus Live Casino - Setiap taruhan kalah dan menang akan di hitung sebagai Turn Over dan di kalikan 0.8% setiap hari senin. Draw tidak akan di hitung dalam Turn Over permainan Casino. * Bonus Rollingan perminan Poker 0.5% Di bagikan setiap hari senin. * 288Betting. tk Memberikan Bonus Kekalahan 5% dihitung dari jumlah kekalahan perminggu. * Bonus Referensi 0.5% bersifat S'umur hidup. SELAMAT BERGABUNG & WUJUDKAN IMPIAN ANDA BERSAMA. Kunjungi Aku disini : Ingin Menang Puluhan Juta Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup Info Lebih Lanjut BBM : D8E87241 FB : [email protected]

com Telp WA : +855 888043579 Skype : sukabandar YM : [email protected] com. Inilah Saatnya Menang Bersama Legenda QQ. Situs Impian Para pecinta dan peminat Taruhan Online . Hanya Dengan 1 id bisa main 7 games boss . CAPSA SUSUN | PLAY POKER | BANDAR POKER | BandarQ | Domino99 | AduQ | SAKONG Terbaik. Keunggulan Legenda QQ : - MINIMAL DEPO & WD 20.000 - PROSES DEPO & WD TERCEPAT - KARTU-KARTU BERKUALITAS DISAJIKAN - CS RAMAH & INSPIRATIF SIAP MEMBANTU 24 JAM - TIPS & TRIK MENJADI KEUNGGULAN SITUS INI. Ubah mimpi anda menjadi kenyataan bersama kami . Dengan Minimal Deposit dan Raih WD sebesar" nya . Contact Us : + website : legendapelangi. com + Skype : Legenda QQ + BBM : 2AE190C9. Nikmati Hot promo di 288Betting. com : * Bonus Rollingan 0.5% hanya berlaku untuk Sportsbook atau taruhan judi bola. Bonus Rollingan akan masuk di User ID member secara auto setiap hari senin.

* Bonus Rollingan 0.8% Kusus Live Casino - Setiap taruhan kalah dan menang akan di hitung sebagai Turn Over dan di kalikan 0.8% setiap hari senin. Draw tidak akan di hitung dalam Turn Over permainan Casino. * Bonus Rollingan perminan Poker 0.5% Di bagikan setiap hari senin. * 288Betting. tk Memberikan Bonus Kekalahan 5% dihitung dari jumlah kekalahan perminggu. * Bonus Referensi 0.5% bersifat S'umur hidup. Klik untuk daftar > 288betting. net - 288betting. org. SELAMAT BERGABUNG & WUJUDKAN IMPIAN ANDA BERSAMA. Ingin Menang Puluhan Juta Hanya Dalam Waktu Sehari??

Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup Info Lebih Lanjut BBM : D8E87241 FB : [email protected] com Telp WA : +855 888043579 Skype : sukabandar YM : [email protected] com. Ingin Menang Puluhan Juta Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup Info Lebih Lanjut BBM : D8E87241 FB : [email protected] com Telp WA : +855 888043579 Skype : sukabandar YM : [email protected] com. Taipan Indonesia | Taipan Asia | Bandar Taipan | BandarQ Online SITUS GAME KARTU ONLINE EKSKLUSIF UNTUK PARA BOS-BOS Kami tantang para bos semua yang suka bermain kartu dengan kemungkinan menang sangat besar. Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,- Cukup Dengan 1 user ID sudah bisa bermain 7 Games. • AduQ • BandarQ • Capsa • Domino99 • Poker • Bandarpoker. • Sakong Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis. Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh customer service kami yang profesional dan ramah. NO SYSTEM ROBOT. 100 % PLAYER Vs PLAYER Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android IPhone IPad Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!

• FaceBook : @Taipanqq. info • No Hp : +62 813 8217 0873 • BB : D60E4A61 Come & Join Us!! saya ingin bertanya kak, jual beli yang seperti apa yang masuk dalam kategori wajib, sunnah, mubah, makroh, haram. Ingin Menang Puluhan Juta. Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0.3 - 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup Info Lebih Lanjut BBM : D8E87241 Telp WA : +855 888043579 Skype : sukabandar YM : [email protected] com. Ingin Menang Puluhan Juta. Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0.3 - 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup hanya di suka88,tk Info Lebih Lanjut hubungin kami : BBM : D8E87241 Telp WA : +62 812 9801 4659. Halo Bossku ^^ Segera Daftarkan ID di skb288,com Menyediakan 7 Permain Hanya Dengan 1 ID Serta Tersedia Promo Menarik Bonus Turn Over Terbesar Bonus Refferal Seumur Hidup Minimal Deposit Hanya 20Rb BBM : D8E87241 WA : +62 878 8707 6927 Di Tunggu Kehadirannya Bossku ^^ Ingin Menang Puluhan Juta.

Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0.3 - 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup hanya di suka88,tk Info Lebih Lanjut hubungin kami : BBM : D8E87241 Telp WA : +62 812 9801 4659. Ingin Menang Puluhan Juta. Hanya Dalam Waktu Sehari?? Bukan MIMPI Lagi. Situs Suka Bandar Online yang akan Membuat MIMPI Anda Menjadi Kenyataan Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0.3 - 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup hanya di suka88,tk Info Lebih Lanjut hubungin kami : BBM : D8E87241 Telp WA : +62 812 9801 4659. Anda Bosan Menjadi Pemain , Ingin Menjadi Bandar dan Menang Puluhan Kali Lipat ? Temukan Solusinya Hanya Di PesonaQQ.

com Situs Dengan Kemenangan Tertinggi Dan Banyak Bonusnya Info lebih lengkap silahkan hubungi CS 247 kami melalui : * Livechat * BBM : 7A99616 * WA : +855888278896. Untuk yang lagi galau, yang lagi bosan tidak tahu mau ngapain, tenang,,sekarang ada Kharisma88 yang akan menghibur kalian sekaligus mengisi hari-hari kalian dengan games" online yang pastinya tidak akan mengecewakan kalian deh. yuk ikutan gabung bersama Kharisma88. Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% Hari Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup dengan minimal deposit hanya Rp. 20.000 kamu berkesempatan menangkan Jackpot setiap harinya. Info lebih lanjut silahkan hubungi CS 247 melalui : * PIN BBM : DC7CDD80 * WA : +855888278896. Jual beli forex menurut islam. Fatwa MUI Tentang Jual Beli Mata Uang (AL-SHARF) Pertanyaan yang pasti ditanyakan oleh setiap trader di Indonesia : 1. Apakah Trading Forex Haram? 2. Apakah Trading Forex Halal? 3. Apakah Trading Forex diperbolehkan dalam Agama Islam? 4. Apakah SWAP itu? Mari kita bahas dengan artikel yang pertama : Forex Dalam Hukum Islam. ??? ???? ?????? ??????.

Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam. Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhankomoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara. Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai. HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS.

1. Ada Ijab-Qobul : ---> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima. Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai. Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan. Pe mbeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakantindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat) 2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu: Suci barangnya (bukan najis) Dapat dimanfaatkan Dapat diserahterima kan Jelas barang dan harganya Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan. Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama. "Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan". ( Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas'ud) Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifatsifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah: “ Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya". Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual.

Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam: “Kesulitan itu menarik kemudahan.” Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkustertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55. JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM. Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya. Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri. Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77) FATWA MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS. Fatwa Dewan Syari'ah Nasional Majelis Ulama Indonesia. No: 28DSN-MUIIII2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf) Menimbang : a. Bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan. transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis.

b. Bahwa dalam 'urf tijari (tradisi perdagangan) transaksi jual beli mata uang dikenal beberapa. bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandangan ajaran Islam berbeda antara satu bentuk dengan bentuk lain. c. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf untuk dijadikan pedoman. Mengingat : 1. "Firman Allah, QS. Al-Baqarah2:275: ". Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. " 2. "Hadis nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa'id al-Khudri:Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)' (HR. albaihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban). 3. "Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari 'Ubadah bin Shamit, Nabi s. a.w bersabda: "(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya'ir dengan sya'ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.". 4. "Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi s. a.w bersabda: "(Jual-beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai." 5. "Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri, Nabi s. a.w bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai. 6. "Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara' bin 'Azib dan Zaid bin Arqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai). 7. "Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari Amr bin Auf: "Perjanjian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram." 8. "Ijma.

Ulama sepakat (ijma') bahwa akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu. Memperhatikan : 1. Surat dari pimpinah Unit Usaha Syariah Bank BNI no. UUS2878. 2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional pada Hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H 28 Maret 2002. Dewan Syari'ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF). Pertama : Ketentuan Umum. Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan). 2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan). 3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh). 4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing. 1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional. 2. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2x24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah) 3. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi). 4. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi). Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di : Jakarta. Tanggal : 14 Muharram 1423 H 28 Maret 2002 M. DEWAN SYARI'AH NASIONAL - MAJELIS ULAMA INDONESIA. Fit4Global Forex Research. Riset Prediksi Trend Mata Uang Global dengan Mengkombinasikan Fundamental vs Teknikal, dalam satu kesatuan garis logika matematis yang berbasis Software Metatrader dan sejenisnya.

Forex menurut Hukum Islam. Banyak perbedaan pendapat tentang forex itu sendiri, ada yang mengatakan tidak boleh, tetapi ada juga yang mengatakan boleh. Dibawah ini adalah pendapat yang membolehkan dari beberapa sumber tentang forex itu sendiri (sedang untuk yang tidak membolehkan forex itu sendiri, silahkan search di Google). Fit4global. wordpress. com hanya memberi wacana, dan hanya fokus ke riset ilmiah tentang pergerakan forex. Fit4global. wordpress. com memang didedikasikan untuk meriset secara logika dan ilmiah tentang pergerakan forex baik teknikal maupun fundamental.

Forex dari Perspektif Islam. Sebagian umat Islam ada yang meragukan kehalalan praktik perdagangan berjangka. Bagaimana menurut padangan para pakar Islam? Apa pendapat para ulama mengenai trading forex, trading saham, trading index, saham, dan komoditi? Apakah Hukum Forex Trading Valas Halal Menurut Hukum Islam? Mari kita ikuti selengkapnya. Jangan engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu,” sabda Nabi Muhammad SAW, dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah. Oleh sementara fuqaha (ahli fiqih Islam), hadits tersebut ditafsirkan secara saklek. Pokoknya, setiap praktik jual beli yang tidak ada barangnya pada waktu akad, haram. Penafsiran secara demikian itu, tak pelak lagi, membuat fiqih Islam sulit untuk memenuhi tuntutan jaman yang terus berkembang dengan perubahan-perubahannya. Karena itu, sejumlah ulama klasik yang terkenal dengan pemikiran cemerlangnya, menentang cara penafsiran yang terkesan sempit tersebut. Misalnya, Ibn al-Qayyim.

Ulama bermazhab Hambali ini berpendapat, bahwa tidak benar jual-beli barang yang tidak ada dilarang. Baik dalam Al Qur’an, sunnah maupun fatwa para sahabat, larangan itu tidak ada. Dalam Sunnah Nabi, hanya terdapat larangan menjual barang yang belum ada, sebagaimana larangan beberapa barang yang sudah ada pada waktu akad. “Causa legis atau ilat larangan tersebut bukan ada atau tidak adanya barang, melainkan garar,” ujar Dr. Syamsul Anwar, MA dari IAIN SUKA Yogyakarta menjelaskan pendapat Ibn al-Qayyim. Garar adalah ketidakpastian tentang apakah barang yang diperjual-belikan itu dapat diserahkan atau tidak. Misalnya, seseorang menjual unta yang hilang. Atau menjual barang milik orang lain, padahal tidak diberi kewenangan oleh yang bersangkutan. Jadi, meskipun pada waktu akad barangnya tidak ada, namun ada kepastian diadakan pada waktu diperlukan sehingga bisa diserahkan kepada pembeli, maka jual beli tersebut sah. Sebaliknya, kendati barangnya sudah ada tapi – karena satu dan lain hal — tidak mungkin diserahkan kepada pembeli, maka jual beli itu tidak sah. Perdagangan berjangka, jelas, bukan garar. Sebab, dalam kontrak berjangkanya, jenis komoditi yang dijual-belikan sudah ditentukan. Begitu juga dengan jumlah, mutu, tempat dan waktu penyerahannya. Semuanya berjalan di atas rel aturan resmi yang ketat, sebagai antisipasi terjadinya praktek penyimpangan berupa penipuan — satu hal yang sebetulnya bisa juga terjadi pada praktik jua-beli konvensional. Dalam perspektif hukum Islam, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) (forex adalah bagian dari PBK) dapat dimasukkan ke dalam kategori almasa’il almu’ashirah atau masalah-masalah hukum Islam kontemporer. Karena itu, status hukumnya dapat dikategorikan kepada masalah ijtihadiyyah. Klasifikasi ijtihadiyyah masuk ke dalam wilayah fi ma la nasha fih, yakni masalah hukum yang tidak mempunyai referensi nash hukum yang pasti. Dalam kategori masalah hukum al-Sahrastani, ia termasuk ke dalam paradigma al-nushush qad intahat wa al-waqa’I la tatanahi.

Artinya, nash hukum dalam bentuk Al-Quran dan Sunnah sudah selesai; tidak lagi ada tambahan. Dengan demikian, kasus-kasus hukum yang baru muncul mesti diberikan kepastian hukumnya melalui ijtihad. Dalam kasus hukum PBK, ijtihad dapat merujuk kepada teori perubahan hukum yang diperkenalkan oleh Ibn Qoyyim al-Jauziyyah. Ia menjelaskan, fatwa hukum dapat berubah karena beberapa variabel perubahnya, yakni: waktu, tempat, niat, tujuan dan manfaat. Teori perubahan hukum ini diturunkan dari paradigma ilmu hukum dari gurunya Ibn Taimiyyah, yang menyatakan bahwa a-haqiqah fi al-a’yan la fi al-adzhan. Artinya, kebenaran hukum itu dijumpai dalam kenyataan empirik; bukan dalam alam pemikiran atau alam idea. Paradigma ini diturunkan dari prinsip hukum Islam tentang keadilan yang dalam Al Quran digunakan istilah al-mizan, a-qisth, al-wasth, dan al-adl. Dalam penerapannya, secara khusus masalah PBK dapat dimasukkan ke dalam bidang kajian fiqh al-siyasah maliyyah, yakni politik hukum kebendaan. Dengan kata lain, PBK termasuk kajian hukum Islam dalam pengertian bagaimana hukum Islam diterapkan dalam masalah kepemilikan atas harta benda, melalui perdagangan berjangka komoditi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas. Realisasi yang paling mungkin dalam rangka melindungi pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan berjangka komoditi dalam ruang dan waktu serta pertimbangan tujuan dan manfaatnya dewasa ini, sejalan dengan semangat dan bunyi UU No. 321977 tentang PBK. Karena teori perubahan hukum seperti dijelaskan di atas, dapat menunjukkan elastisitas hukum Islam dalam kelembagaan dan praktek perekonomian, maka PBK dalam sistem hukum Islam dapat dianalogikan dengan bay’ al-salam’ajl bi’ajil. Bay’ al-salam dapat diartikan sebagai berikut. Al-salam atau al-salaf adalah bay’ ajl bi’ajil, yakni memperjualbelikan sesuatu yang dengan ketentuan sifat-sifatnya yang terjamin kebenarannya. Di dalam transaksi demikian, penyerahan ra’s al-mal dalam bentuk uang sebagai nilai tukar didahulukan daripada penyerahan komoditi yang dimaksud dalam transaksi itu. Ulama Syafi’iyah dan Hanabilah mendefinisikannya dengan: “Akad atas komoditas jual beli yang diberi sifat terjamin yang ditangguhkan (berjangka) dengan harga jual yang ditetapkan di dalam bursa akad”. Keabsahan transaksi jual beli berjangka, ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat sebagai berikut: a) Rukun sebagai unsur-unsur utama yang harus ada dalam suatu peristiwa transaksi Unsur-unsur utama di dalam bay’ al-salam adalah: Pihak-pihak pelaku transaksi (‘aqid) yang disebut dengan istilah muslim atau muslim ilaih. Objek transaksi (ma’qud alaih), yaitu barang-barang komoditi berjangka dan harga tukar (ra’s al-mal al-salam dan al-muslim fih). Kalimat transaksi (Sighat ‘aqad), yaitu ijab dan kabul.

Yang perlu diperhatikan dari unsur-unsur tersebut, adalah bahwa ijab dan qabul dinyatakan dalam bahasa dan kalimat yang jelas menunjukkan transaksi berjangka. Karena itu, ulama Syafi’iyah menekankan penggunaan istilah al-salam atau al-salaf di dalam kalimat-kalimat transaksi itu, dengan alasan bahwa ‘aqd al-salam adalah bay’ al-ma’dum dengan sifat dan cara berbeda dari akad jual dan beli (buy). Persyaratan menyangkut objek transaksi, adalah: bahwa objek transaksi harus memenuhi kejelasan mengenai: jenisnya (an yakun fi jinsin ma’lumin), sifatnya, ukuran (kadar), jangka penyerahan, harga tukar, tempat penyerahan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh harga tukar (al-tsaman), adalah, Pertama, kejelasan jenis alat tukar, yaitu dirham, dinar, rupiah atau dolar dsb atau barang-barang yang dapat ditimbang, disukat, dsb. Kedua, kejelasan jenis alat tukar apakah rupiah, dolar Amerika, dolar Singapura, dst. Apakah timbangan yang disepakati dalam bentuk kilogram, pond, dst. Kejelasan tentang kualitas objek transaksi, apakah kualitas istimewa, baik sedang atau buruk. Syarat-syarat di atas ditetapkan dengan maksud menghilangkan jahalah fi al-’aqd atau alasan ketidaktahuan kondisi-kondisi barang pada saat transaksi. Sebab hal ini akan mengakibatkan terjadinya perselisihan di antara pelaku transaksi, yang akan merusak nilai transaksi. Kejelasan jumlah harga tukar. Penjelasan singkat di atas nampaknya telah dapat memberikan kejelasan kebolehan PBK. Kalaupun dalam pelaksanaannya masih ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, maka dapatlah digunakan kaidah hukum atau legal maxim yang berbunyi: ma la yudrak kulluh la yutrak kulluh. Apa yang tidak dapat dilaksanakan semuanya, maka tidak perlu ditinggalkan keseluruhannya. Dengan demikian, hukum dan pelaksanaan PBK sampai batas-batas tertentu boleh dinyatakan dapat diterima atau setidak-tidaknya sesuai dengan semangat dan jiwa norma hukum Islam, dengan menganalogikan kepada bay’ al-salam. ISLAMIC FOREX TRADING By Dr Mohammed Obaidullah. 1. The Basic Exchange Contracts. There is a general consensus among Islamic jurists on the view that currencies of different countries can be exchanged on a spot basis at a rate different from unity, since currencies of different countries are distinct entities with different values or intrinsic worth, and purchasing power. There also seems to be a general agreement among a majority of scholars on the view that currency exchange on a forward basis is not permissible, that is, when the rights and obligations of both parties relate to a future date. However, there is considerable difference of opinion among jurists when the rights of either one of the parties, which is same as obligation of the counterparty, is deferred to a future date. To elaborate, let us consider the example of two individuals A and B who belong to two different countries, India and US respectively.

A intends to sell Indian rupees and buy U. S dollars. The converse is true for B. The rupee-dollar exchange rate agreed upon is 1:20 and the transaction involves buying and selling of $50. The first situation is that A makes a spot payment of Rs1000 to B and accepts payment of $50 from B. The transaction is settled on a spot basis from both ends. Such transactions are valid and Islamically permissible. There are no two opinions about the same. The second possibility is that settlement of the transaction from both ends is deferred to a future date, say after six months from now. This implies that both A and B would make and accept payment of Rs1000 or $50, as the case may be, after six months. The predominant view is that such a contract is not Islamically permissible. A minority view considers it permissible. The third scenario is that the transaction is partly settled from one end only. For example, A makes a payment of Rs1000 now to B in lieu of a promise by B to pay $50 to him after six months. Alternatively, A accepts $50 now from B and promises to pay Rs1000 to him after six months. There are diametrically opposite views on the permissibility of such contracts which amount to bai-salam in currencies. The purpose of this paper is to present a comprehensive analysis of various arguments in support and against the permissibility of these basic contracts involving currencies. The first form of contracting involving exchange of countervalues on a spot basis is beyond any kind of controversy.

Permissibility or otherwise of the second type of contract in which delivery of one of the countervalues is deferred to a future date, is generally discussed in the framework of riba prohibition. Accordingly we discuss this contract in detail in section 2 dealing with the issue of prohibition of riba. Permissibility of the third form of contract in which delivery of both the countervalues is deferred, is generally discussed within the framework of reducing risk and uncertainty or gharar involved in such contracts. This, therefore, is the central theme of section 3 which deals with the issue of gharar. Section 4 attempts a holistic view of the Sharia relates issues as also the economic significance of the basic forms of contracting in the currency market. 2. The Issue of Riba Prohibition. The divergence of views1 on the permissibility or otherwise of exchange contracts in currencies can be traced primarily to the issue of riba prohibition. The need to eliminate riba in all forms of exchange contracts is of utmost importance. Riba in its Sharia context is generally defined2 as an unlawful gain derived from the quantitative inequality of the countervalues in any transaction purporting to effect the exchange of two or more species (anwa), which belong to the same genus (jins) and are governed by the same efficient cause (illa).

Riba is generally classified into riba al-fadl (excess) and riba al-nasia (deferment) which denote an unlawful advantage by way of excess or deferment respectively. Prohibition of the former is achieved by a stipulation that the rate of exchange between the objects is unity and no gain is permissible to either party. The latter kind of riba is prohibited by disallowing deferred settlement and ensuring that the transaction is settled on the spot by both the parties. Another form of riba is called riba al-jahiliyya or pre-Islamic riba which surfaces when the lender asks the borrower on the maturity date if the latter would settle the debt or increase the same. Increase is accompanied by charging interest on the amount initially borrowed. The prohibition of riba in the exchange of currencies belonging to different countries requires a process of analogy (qiyas). And in any such exercise involving analogy (qiyas), efficient cause (illa) plays an extremely important role. It is a common efficient cause (illa), which connects the object of the analogy with its subject, in the exercise of analogical reasoning. The appropriate efficient cause (illa) in case of exchange contracts has been variously defined by the major schools of Fiqh. This difference is reflected in the analogous reasoning for paper currencies belonging to different countries.

A question of considerable significance in the process of analogous reasoning relates to the comparison between paper currencies with gold and silver. In the early days of Islam, gold and silver performed all the functions of money (thaman). Currencies were made of gold and silver with a known intrinsic value (quantum of gold or silver contained in them). Such currencies are described as thaman haqiqi, or naqdain in Fiqh literature. These were universally acceptable as principal means of exchange, accounting for a large chunk of transactions. Many other commodities, such as, various inferior metals also served as means of exchange, but with limited acceptability. These are described as fals in Fiqh literature. These are also known as thaman istalahi because of the fact that their acceptability stems not from their intrinsic worth, but due to the status accorded by the society during a particular period of time. The above two forms of currencies have been treated very differently by early Islamic jurists from the standpoint of permissibility of contracts involving them. The issue that needs to be resolved is whether the present age paper currencies fall under the former category or the latter. One view is that these should be treated at par with thaman haqiqi or gold and silver, since these serve as the principal means of exchange and unit of account like the latter. Hence, by analogous reasoning, all the Sharia-related norms and injunctions applicable to thaman haqiqi should also be applicable to paper currency.

Exchange of thaman haqiqi is known as bai-sarf, and hence, the transactions in paper currencies should be governed by the Sharia rules relevant for bai-sarf. The contrary view asserts that paper currencies should be treated in a manner similar to fals or thaman istalahi because of the fact that their face value is different from their intrinsic worth. Their acceptability stems from their legal status within the domestic country or global economic importance (as in case of US dollars, for instance). 2.1. A Synthesis of Alternative Views. 2.1.1. Analogical Reasoning (Qiyas) for Riba Prohibition. The prohibition of riba is based on the tradition that the holy prophet (peace be upon him) said, “Sell gold for gold, silver for silver, wheat for wheat, barley for barley, date for date, salt for salt, in same quantities on the spot; and when the commodities are different, sell as it suits you, but on the spot.” Thus, the prohibition of riba applies primarily to the two precious metals (gold and silver) and four other commodities (wheat, barley, dates and salt). It also applies, by analogy (qiyas) to all species which are governed by the same efficient cause (illa) or which belong to any one of the genera of the six objects cited in the tradition. However, there is no general agreement among the various schools of Fiqh and even scholars belonging to the same school on the definition and identification of efficient cause (illa) of riba. For the Hanafis, efficient cause (illa) of riba has two dimensions: the exchanged articles belong to the same genus (jins); these possess weight (wazan) or measurability (kiliyya). If in a given exchange, both the elements of efficient cause (illa) are present, that is, the exchanged countervalues belong to the same genus (jins) and are all weighable or all measurable, then no gain is permissible (the exchange rate must be equal to unity) and the exchange must be on a spot basis.

In case of gold and silver, the two elements of efficient cause (illa) are: unity of genus (jins) and weighability. This is also the Hanbali view according to one version3. (A different version is similar to the Shafii and Maliki view, as discussed below.) Thus, when gold is exchanged for gold, or silver is exchanged for silver, only spot transactions without any gain are permissible. It is also possible that in a given exchange, one of the two elements of efficient cause (illa) is present and the other is absent. For example, if the exchanged articles are all weighable or measurable but belong to different genus (jins) or, if the exchanged articles belong to same genus (jins) but neither is weighable nor measurable, then exchange with gain (at a rate different from unity) is permissible, but the exchange must be on a spot basis. Thus, when gold is exchanged for silver, the rate can be different from unity but no deferred settlement is permissible. If none of the two elements of efficient cause (illa) of riba are present in a given exchange, then none of the injunctions for riba prohibition apply. Exchange can take place with or without gain and both on a spot or deferred basis. Considering the case of exchange involving paper currencies belonging to different countries, riba prohibition would require a search for efficient cause (illa). Currencies belonging to different countries are clearly distinct entities; these are legal tender within specific geographical boundaries with different intrinsic worth or purchasing power. Hence, a large majority of scholars perhaps rightly assert that there is no unity of genus (jins). Additionally, these are neither weighable nor measurable. This leads to a direct conclusion that none of the two elements of efficient cause (illa) of riba exist in such exchange. Hence, the exchange can take place free from any injunction regarding the rate of exchange and the manner of settlement.

The logic underlying this position is not difficult to comprehend. The intrinsic worth of paper currencies belonging to different countries differ as these have different purchasing power. Additionally, the intrinsic value or worth of paper currencies cannot be identified or assessed unlike gold and silver which can be weighed. Hence, neither the presence of riba al-fadl (by excess), nor riba al-nasia (by deferment) can be established. The Shafii school of Fiqh considers the efficient cause (illa) in case of gold and silver to be their property of being currency (thamaniyya) or the medium of exchange, unit of account and store of value . This is also the Maliki view. According to one version of this view, even if paper or leather is made the medium of exchange and is given the status of currency, then all the rules pertaining to naqdain, or gold and silver apply to them. Thus, according to this version, exchange involving currencies of different countries at a rate different from unity is permissible, but must be settled on a spot basis. Another version of the above two schools of thought is that the above cited efficient cause (illa) of being currency (thamaniyya) is specific to gold and silver, and cannot be generalized. That is, any other object, if used as a medium of exchange, cannot be included in their category. Hence, according to this version, the Sharia injunctions for riba prohibition are not applicable to paper currencies. Currencies belonging to different countries can be exchanged with or without gain and both on a spot or deferred basis. Proponents of the earlier version cite the case of exchange of paper currencies belonging to the same country in defense of their version. The consensus opinion of jurists in this case is that such exchange must be without any gain or at a rate equal to unity and must be settled on a spot basis. What is the rationale underlying the above decision?

If one considers the Hanafi and the first version of Hanbali position then, in this case, only one dimension of the efficient cause (illa) is present, that is, they belong to the same genus (jins). But paper currencies are neither weighable nor measurable. Hence, Hanafi law would apparently permit exchange of different quantities of the same currency on a spot basis. Similarly if the efficient cause of being currency (thamaniyya) is specific only to gold and silver, then Shafii and Maliki law would also permit the same. Needless to say, this amounts to permitting riba-based borrowing and lending. This shows that, it is the first version of the Shafii and Maliki thought which underlies the consensus decision of prohibition of gain and deferred settlement in case of exchange of currencies belonging to the same country. According to the proponents, extending this logic to exchange of currencies of different countries would imply that exchange with gain or at a rate different from unity is permissible (since there no unity of jins), but settlement must be on a spot basis. 2.1.2 Comparison between Currency Exchange and Bai-Sarf. Bai-sarf is defined in Fiqh literature as an exchange involving thaman haqiqi, defined as gold and silver, which served as the principal medium of exchange for almost all major transactions. Proponents of the view that any exchange of currencies of different countries is same as bai-sarf argue that in the present age paper currencies have effectively and completely replaced gold and silver as the medium of exchange. Hence, by analogy, exchange involving such currencies should be governed by the same Sharia rules and injunctions as bai-sarf. It is also argued that if deferred settlement by either parties to the contract is permitted, this would open the possibilities of riba-al nasia.

Opponents of categorization of currency exchange with bai-sarf however point out that the exchange of all forms of currency (thaman) cannot be termed as bai-sarf. According to this view bai-sarf implies exchange of currencies made of gold and silver (thaman haqiqi or naqdain) alone and not of money pronounced as such by the state authorities (thaman istalahi). The present age currencies are examples of the latter kind. These scholars find support in those writings which assert that if the commodities of exchange are not gold or silver, (even if one of these is gold or silver) then, the exchange cannot be termed as bai-sarf. Nor would the stipulations regarding bai-sarf be applicable to such exchanges. According to Imam Sarakhsi4 “when an individual purchases fals or coins made out of inferior metals, such as, copper (thaman istalahi) for dirhams (thaman haqiqi) and makes a spot payment of the latter, but the seller does not have fals at that moment, then such exchange is permissible…….. taking possession of commodities exchanged by both parties is not a precondition” (while in case of bai-sarf, it is.) A number of similar references exist which indicate that jurists do not classify an exchange of fals (thaman istalahi) for another fals (thaman istalahi) or gold or silver (thaman haqiqi), as bai-sarf. Hence, the exchanges of currencies of two different countries which can only qualify as thaman istalahi can not be categorized as bai-sarf. Nor can the constraint regarding spot settlement be imposed on such transactions. It should be noted here that the definition of bai-sarf is provided Fiqh literature and there is no mention of the same in the holy traditions. The traditions mention about riba, and the sale and purchase of gold and silver (naqdain) which may be a major source of riba, is described as bai-sarf by the Islamic jurists. It should also be noted that in Fiqh literature, bai-sarf implies exchange of gold or silver only; whether these are currently being used as medium of exchange or not. Exchange involving dinars and gold ornaments, both quality as bai-sarf. Various jurists have sought to clarify this point and have defined sarf as that exchange in which both the commodities exchanged are in the nature of thaman, not necessarily thaman themselves. Hence, even when one of the commodities is processed gold (say, ornaments), such exchange is called bai-sarf. Proponents of the view that currency exchange should be treated in a manner similar to bai-sarf also derive support from writings of eminent Islamic jurists.

According to Imam Ibn Taimiya “anything that performs the functions of medium of exchange, unit of account, and store of value is called thaman, (not necessarily limited to gold & silver). Similar references are available in the writings of Imam Ghazzali5 As far as the views of Imam Sarakhshi is concerned regarding exchange involving fals, according to them, some additional points need to be taken note of. In the early days of Islam, dinars and dirhams made of gold and silver were mostly used as medium of exchange in all major transactions. Only the minor ones were settled with fals. In other words, fals did not possess the characteristics of money or thamaniyya in full and was hardly used as store of value or unit of account and was more in the nature of commodity. Hence there was no restriction on purchase of the same for gold and silver on a deferred basis. The present day currencies have all the features of thaman and are meant to be thaman only. The exchange involving currencies of different countries is same as bai-sarf with difference of jins and hence, deferred settlement would lead to riba al-nasia. Dr Mohamed Nejatullah Siddiqui illustrates this possibility with an example6. He writes “In a given moment in time when the market rate of exchange between dollar and rupee is 1:20, if an individual purchases $50 at the rate of 1:22 (settlement of his obligation in rupees deferred to a future date), then it is highly probable that he is , in fact, borrowing Rs. 1000 now in lieu of a promise to repay Rs. 1100 on a specified later date. (Since, he can obtain Rs 1000 now, exchanging the $50 purchased on credit at spot rate)” Thus, sarf can be converted into interest-based borrowing & lending. 2.1.3 Defining Thamaniyya is the Key ? It appears from the above synthesis of alternative views that the key issue seems to be a correct definition of thamaniyya. For instance, a fundamental question that leads to divergent positions on permissibility relates to whether thamaniyya is specific to gold and silver, or can be associated with anything that performs the functions of money. We raise some issues below which may be taken into account in any exercise in reconsideration of alternative positions. It should be appreciated that thamaniyya may not be absolute and may vary in degrees. It is true that paper currencies have completely replaced gold and silver as medium of exchange, unit of account and store of value.

In this sense, paper currencies can be said to possess thamaniyya. However, this is true for domestic currencies only and may not be true for foreign currencies. In other words, Indian rupees possess thamaniyya within the geographical boundaries of India only, and do not have any acceptability in US. These cannot be said to possess thamaniyya in US unless a US citizen can use Indian rupees as a medium of exchange, or unit of account, or store of value. In most cases such a possibility is remote. This possibility is also a function of the exchange rate mechanism in place, such as, convertibility of Indian rupees into US dollars, and whether a fixed or floating exchange rate system is in place. For example, assuming free convertibility of Indian rupees into US dollars and vice versa, and a fixed exchange rate system in which the rupee-dollar exchange rate is not expected to increase or decrease in the foreseeable future, thamaniyya of rupee in US is considerably improved. The example cited by Dr Nejatullah Siddiqui also appears quite robust under the circumstances. Permission to exchange rupees for dollars on a deferred basis (from one end, of course) at a rate different from the spot rate (official rate which is likely to remain fixed till the date of settlement) would be a clear case of interest-based borrowing and lending. However, if the assumption of fixed exchange rate is relaxed and the present system of fluctuating and volatile exchange rates is assumed to be the case, then it can be shown that the case of riba al-nasia breaks down. We rewrite his example: “In a given moment in time when the market rate of exchange between dollar and rupee is 1:20, if an individual purchases $50 at the rate of 1:22 (settlement of his obligation in rupees deferred to a future date), then it is highly probable that he is , in fact, borrowing Rs. 1000 now in lieu of a promise to repay Rs. 1100 on a specified later date. (Since, he can obtain Rs 1000 now, exchanging the $50 purchased on credit at spot rate)” This would be so, only if the currency risk is non-existent (exchange rate remains at 1:20), or is borne by the seller of dollars (buyer repays in rupees and not in dollars). If the former is true, then the seller of the dollars (lender) receives a predetermined return of ten percent when he converts Rs1100 received on the maturity date into $55 (at an exchange rate of 1:20). However, if the latter is true, then the return to the seller (or the lender) is not predetermined. It need not even be positive. For example, if the rupee-dollar exchange rate increases to 1:25, then the seller of dollar would receive only $44 (Rs 1100 converted into dollars) for his investment of $50. Here two points are worth noting. First, when one assumes a fixed exchange rate regime, the distinction between currencies of different countries gets diluted.

The situation becomes similar to exchanging pounds with sterlings (currencies belonging to the same country) at a fixed rate. Second, when one assumes a volatile exchange rate system, then just as one can visualize lending through the foreign currency market (mechanism suggested in the above example), one can also visualize lending through any other organized market (such as, for commodities or stocks.) If on



Articles:

  • Jual beli forex menurut islam